Bung A, Monopod, dan Model
Halte Dukuh Atas I. Kurang lebih pukul 22.30 WIB. Saya berdiri di barisan deretan pertama antrian penumpang bis Trans Jakarta. Di belakang saya ada tiga baris. Sama-sama menunggu bis tujuan Ragunan. “Ya…, menipu!” gerutu seorang lelaki di deretan antrian kedua paling kanan. Sebut saja bung A. Dia kecewa karena bis yang datang dengan kecepatan lambat itu ternyata tak berhenti menarik
