Sadikin Gani

‘Lo Anak Orang Kaya, ya?!

October 27, 2026
1996. Jam menunjukkan sekitar pukul 04.30 WIB—Waktu Indonesia Barat. Sambil menggandeng rucksack/ransel saya bergegas turun dari angkutan kota (angkot) saat tiba di Stasiun Hall atau Stasiun Bandung. Ini adalah stasiun kereta tua yang dibangun di era Belanda. Diresmikan pada 17 Mei 1884. Stasiun ini cukup akrab, karena saya sering hunting foto di sini, atau cuma duduk diam mengamati lalu-lalang orang.

Adidas Top Ten

Agus—bukan nama sebenarnya—memarkir sepeda motornya di warung rokok samping sekolah. Kedatangannya disambut hangat kawan-kawannya. Inilah kelompok senior anak-anak siswa sekolah menengah pertama (SMP) yang biasa petentengan di sekitar sekolah. Inilah kelompok “penguasa sekolah” yang sudah kebut-kebutan dengan sepeda motor di usia yang belum saatnya untuk itu. Mereka selalu datang ke

Selingan: Antropologi Bisa Membawamu ke Banyak Dunia: Takdir, Mimpi atau Ilusi?

January 22, 2015
Saya merasa kesulitan menjawab kenangan baik apa yang paling berkesan selama kuliah di Jurusan Antropologi Unpad dan menjadi anggota HUMAN (Huria Mahasiswa Antropologi). Bisa jadi karena terlalu banyak, sehingga jadi tampak biasa-biasa saja. Sebaliknya, jika ditanya apa yang paling membuat tidak nyaman, segera saya bisa menjawab. Inferioritas mahasiswa antropologi! Semasa

Catatan Selepas Jakarta Fashion Week 2015 (2): Fashion KW dan Plagiarisme

November 19, 2014
Saat memutuskan membuat catatan selepas Jakarta Fashion Week 2015 (JFW 2015), mulanya perhatian saya lebih tertuju pada soal seberapa besar peristiwa tersebut memberi pengaruh pada perkembangan industri fashion Indonesia. Itu sebabnya dalam tulisan sebelumnya (Catatan Selepas Jakarta Fashion Week 2015) saya akhiri dengan pertanyaan: “dari 2.600 lebih look yang tampil

Catatan Selepas Jakarta Fashion Week 2015

November 11, 2014
Jakarta Fashion Week 2015 (JFW 2015) baru saja berakhir (07 November 2014). Konon, peristiwa yang sudah diselenggarakan sejak 2008 iitu merupakan pekan mode tahunan terbesar di Indonesia, dan paling berpengaruh di Asia Tenggara (lihat halaman About JFW). Meski belum jelas tolok ukurnya, untuk sementara bolehlah kita merasa senang, karena Indonesia tak

Bung A, Monopod, dan Model

April 5, 2014
Halte Dukuh Atas I. Kurang lebih pukul 22.30 WIB. Saya berdiri di barisan deretan pertama antrian penumpang bis Trans Jakarta. Di belakang saya ada tiga baris. Sama-sama menunggu bis tujuan Ragunan. “Ya…, menipu!” gerutu seorang lelaki di deretan antrian kedua paling kanan. Sebut saja bung A. Dia kecewa karena bis

Catatan dari Pit Fotografer

December 7, 2013
Pit fotografer adalah bagian penting dalam sebuah peragaan busana. Perlu upaya serius dalam pengelolaannya. Adanya aturan yang jelas dan tegas dari penyelenggara, serta kedisiplinan dari para fotografer adalah keharusan yang tak bisa ditawar-tawar. 05 Desember 2013, pukul 20.00 WIB. Saya sudah menempati pit fotografer Bazaar Fashion Concerto 2013. Bertempat di

Bill Cunningham, “All I See are Clothes”

October 10, 2013
William J. Cunningham nama lengkapnya. Lebih akrab dengan sebutan Bill Cunningham. Biasa disapa “Bill”. Lahir 13 Maret 1929 (84 tahun) di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat. Dia adalah seorang juru foto The New York Times. Sebagai seorang juru foto, Bill adalah sosok yang konsisten dan bekerja dengan passion. Di usia 84 tahun dia

Street Fashion Photography, Sebuah Tanggapan

April 29, 2013
Saya tergelitik oleh pernyataan Silvia Amanda A., pengajar fotografi Universitas Trisakti yang menyebutkan bahwa salah satu kendala street fashion photography adalah perbedaan budaya dengan negara luar (Barat) yang (dia anggap) lebih maju dan bebas, serta iklim yang berbeda (Lika-liku Street Fashion Photography di Indonesia, Detik.com, Kamis, 07/03/2013 18:12 WIB). Selanjutnya

Kisah Desa Dirundung Pilu

September 27, 2012
Seorang kawan baru pulang dari desanya di Jawa Timur. Liburan lebaran tempo hari. Dia berkisah bahwa tetangganya di desa banyak yang berusaha keras menabung demi bisa pergi naik haji. Mereka bukan orang-orang mampu secara ekonomi. Serba kekurangan. Rumah mereka bahkan ada yang sudah miring mau ambruk. Tapi tetap memaksakan diri

Siang di Halte GOR Sumantri

September 26, 2012
Jakarta, pukul 14.15 WIB. Matahari begitu menyengat. Saya tengah bergegas menuju halte bus way GOR Sumantri. Baru sampai di muka Bakrie Tower badan saya sudah terasa basah. Keringat mulai menembus baju. Padahal belum setengah kilometer saya melangkah. Sebenarnya ada alternatif untuk menghindari panas. Naik shuttle bus yang biasa mengitari kawasan

Desa yang Saya Dengar, Lihat dan Rasakan

September 26, 2012
Budiman Sudjatmiko bersiul di Twitter: “Film Sang Penari & Laskar Pelangi adlh representasi terindah ttg sejarah & desa2 Indonesia”. Saya tidak memahami apa yang dia maksud “representasi terindah tentang sejarah dan desa-desa di Indonesia”. Saya mencoba mengingat-ingat kembali film Laskar Pelangi yang saya tonton bareng tiga ponakan. Sambil terus menelisik

Kopina Katering Kopi

Camel Trophy Mini Museum