Revisit Lombok

By , in Foto on . Tagged width: , , , , , , , ,
Pemancing Ikan, Pura Batu Bolong, Lombok

Jika orang bertanya pernah melakukan perjalanan ke mana saja di Indonesia, saya bisa menyebutkan beberapa daerah. Tetapi jika ditanya apa tujuannya, jawabannya untuk sebagian besar karena urusan pekerjaan.

Karena itu, nyaris tidak pernah punya waktu—lebih tepatnya tidak ada keinginan—untuk mengunjungi kawasan wisata yang direkomendasikan orang. Saya tidak pernah bisa menikmati perjalanan untuk bersenang-senang atau memenuhi rasa ingin tahu sesuatu diluar urusan pekerjaan yang tengah saya lakukan.

Saya pernah mengunjungi Tabanan, Bali. Kurang lebih 2,5 bulan saya tinggal di Desa Sekartaji. Sepanjang waktu itu, praktis tak kemana-mana, kecuali keliling desa. Berbagi cerita dengan orang-orang di banjar, pergi ke sawah, ikut ke pura, minum arak bali, coba-coba main cekih, nonton main dadu, dan sabung ayam. Selain mengurus pekerjaan di depan komputer, keseharian saya hanya itu.

Sesekali datang ke rumah penduduk. Karena alasan pekerjaan atau memenuhi undangan makan malam. Biasanya undangan datang dari mereka yang menyembelih babi. Mereka mengundang karena tahu saya makan babi.

Dua hari lalu saya mengungjungi lagi Mataram, Lombok. Terakhir saya ke kota ini delapan tahun lalu. Itupun urusan pekerjaan.

Makan malam di tepi pantai? Qunci Villas, Lombok

Lagi-lagi, karena perjalanan saya adalah urusan pekerjaan, tak banyak yang bisa saya ingat kecuali Bandara Selaparang—yang kini ditutup—dan Senggigi. Senggigi cukup saya ingat karena pernah dua kali menginap di kawasan itu.

Membaca buku, menunggu matahari terbenam. Qunci Villas, Lombok.

Perjalanan saya kali ini bukan untuk urusan pekerjaan. Pergi begitu saja. Ada harapan ingin menulis sesuatu dari perjalanan ini. Tapi, rasanya kok gak fokus. Meski ada yang menarik perhatian untuk dikisahkan usai saya menelusuri jalan Senggigi hingga Desa Medana, Lombok Utara (kurang lebih 25 km), saya tetap tak sanggup mengungkapnya. Mungkin juga karena waktu yang begitu singkat.

Semoga saja di perjalanan kelak ke manapun bisa lebih lama tinggal dan going native untuk menulis banyak hal.

Bakar Ikan Krapu di Nipah, Lombok Utara
Pura Batu Bolong, Lombok