Cantik itu Ejaannya bukan K.U.R.U.S

IMG_9987

Ririe Bogar

“Cantik itu ejaannya bukan K.U.R.U.S!” Kalimat itu meluncur dari mulut Ririe Bogar, saat saya bertemu pertama kalinya di Monas (Monumen Nasional) pada peringatan Hari Kartini, 21 April 2013. Ririe adalah salah seorang penggiat X-Tra Large Indonesia Community, sebuah komunitas orang-orang berbadan besar.

Ucapan Ririe mengusik ingatan saya pada perdebatan  “konsep cantik” di ranah kajian ilmu-ilmu sosial kurang lebih satu dasawarsa lalu. Pandangan dominan menerjemahkan cantik sebagai kurus (tinggi langsing) dengan kulit putih mulus. Lingkungan sosial dan bahkan sebagian besar kaum perempuan sendiri mengamini batasan yang penuh bias itu. Karenanya, banyak perempuan menjadi tidak percaya diri saat menyadari tubuhnya tidak seperti boneka barbie.

IMG_0063

X-Tra Large Indonesia Community

Tak hanya itu, mereka yang bertubuh tambun pun tak luput menerima perlakuan intimidatif secara fisik dari lingkungan keluarga inti. Ririe berkisah bagaimana kawannya dipaksa oleh keluarganya sendiri mengkonsumsi obat-obatan dan menjalani terapi fisik agar tubuhnya kurus.

Ririe dan kawan-kawannya mencoba mendobrak kenyataan itu. Kepada mereka yang bertubuh tambun, X-Tra Large Indonesia Community berusaha menumbuhkan kepercayaan diri dan menunjukkan apa adanya diri kita. Sehingga lambat laun akan menumbuhkan kesadaran dari masyarakat luas bahwa tak ada yang salah dengan tubuh tambun.

Begitupun dari sisi style. Untuk tampil gaya jangan merasa terkendala dengan ukuran tubuh. Siapapun bisa bergaya. Gaya bukan milik kaum perempuan kurus (tinggi langsing). Gaya adalah milik semua orang. Tak kenal batasan ukuran tubuh dan usia.

Refleksi

Setiap manusia yang lahir beraneka rupa. Bentuk, warna kulit, bentuk dan warna mata, rambut dan detail tubuh yang beragam. Alamiah. Belum ada teknologi kedokteran yang mampu mengkreasi rupa manusia sebelum dilahirkan. Tapi, tidak demikian dengan kecantikan.

Cantik adalah gejala sosial. Hasil dari kreasi masyarakat dan kesepakatan bersama di lingkungan sosial tertentu.



Comments are closed.