Bisnis, Internet dan Media Sosial

Pinterest

Pinterest

Tidak semua media dan jejaring sosial yang ada cocok bagi pebisnis toko online. Sebaiknya kita mengenali lebih dulu media dan jejaring sosial apa yang sesuai dengan jenis usaha dan target pasaryang hendak kita tuju sebelum menentukan pilihan. Agar tidak buang waktu untuk hal yang belum jelas benefitnya.

Pengguna internet di Indonesia umumnya baru mengenal media dan jejaring sosial Facebook dan Twitter. Jumlah penggunanya luar biasa. Menurut catatan Depkominfo, pengguna Facebook di Indonesia sebanyak 43,06 juta. Menempati urutan ketiga terbesar di dunia. Sementara pengguna Twitter berada di urutan kelima, yakni 19,5 juta (Semiocast.com).

Sekilas, jumlah yang begitu besar tampak menjanjikan untuk kampanye produk dan pemasaran daring (dalam jaringan, online). Namun, perlu diingat, kuantitas tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas. Artinya, jumlah pengguna yang besar belum tentu adalah target pasar nyata usaha kita. Kita harus cukup jeli mengenali profil para penggunanya. Akan lebih baik lagi jika kitapun memahami sejarah perkembangan media dan jejaring sosial yang ada dilihat dari kepentingan bisnis kita.

Kenali Profil Pengguna Media dan Jaringan Sosial

Berinternet dan aktif di media dan jejaring sosial kian menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan. Terutama kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya. Banyak pengguna internet saat ini justru mengenal internet dari media dan jejaring sosial. Bukan sebaliknya. Selain tentu saja didorong perkembangan perangkat mobile (terutama ponsel) yang memungkinkan kita mengakses internet lebih mudah dan efisien.

Tentu karakter pengguna yang kenal internet karena media dan jejaring sosial berbeda dengan pengguna yang berangkat dari dorongan kebutuhan bisnis, pendidikan atau melek teknologi. Pengguna terakhir cenderung memanfaatkan internet untuk banyak hal, dan memiliki pengetahuan internet lebih luas. Penggunaannya bukan hanya untuk memperoleh informasi terkini. Internet menjadi alat bantu untuk melakukan banyak hal secara mudah dan cepat. Mulai dari belanja busana, bayar listrik, telepon, tv kabel, transfer uang, beli tiket bioskop, pesan tiket hotel, pesawat dan lain-lain. Bagi pengguna kelompok ini, menggunakan media dan jejaring sosial bukan kegiatan utama berinternet. Sebaliknya, kelompok pengguna yang mengenal internet karena perkembangan media dan jejaring sosial (khususnya Facebook dan Twitter) dan perangkat mobile, alasan utama berinternet memang untuk bersosialisasi. Pengetahuan tentang internet dan pemanfaatannya masih sangat terbatas.

Banyak tulisan yang mengulas alasan orang menggunakan media dan jejaring sosial. Dachary Carey (www.life123.com) misalnya. Dia mecatat ada empat alasan. Untuk berhubungan dengan orang lain (kawan lama, baru dan keluarga), kolaborasi pekerjaan, mencari popularitas, dan (bahkan) menyembunyikan diri dari kehidupan nyata. Alasan terakhir dilakukan oleh mereka yang kurang percaya diri karena miskin keahlian. Melalui media sosial pengguna seperti itu merasa tidak terlalu tertekan dan menjadi percaya diri untuk berinteraksi dengan orang lain.

Jika diurai lebih jauh alasan orang menggunakan media dan jejaring sosial akan panjang. Tetapi dari sekian banyak tulisan tentang itu, kebutuhan untuk bertemu dengan kawan lama, mencari kawan baru dan berhubungan dengan keluarga adalah alasan terbesar orang menggunakan media sosial, khususnya Facebook.

Media Sosial bukan hanya Facebook

Ada ratusan media dan jejaring sosial yang beroperasi di internet saat ini (periksa AddThis.com, content sharing and social insights platform) dengan berbagai tipenya. Meery White (lovetoknow.com) mencatat ada tujuh tipe. Social connection, multimedia sharing, professional, informational, educational, hobbies, dan academic. Ketujuh tipe tersebut masih bisa kita kategorisasi lagi berdasarkan fitur utamanya.

Ada dua tipe yang paling terkenal dan banyak digunakan/diakses pengguna internet Indonesia. Social connection (Facebook dan Twitter) dan multimedia sharing (Youtube). Media dan jejaring sosial profesional seperti Linkedin masih terbatas digunakan oleh mereka yang berpendidikan tinggi (sarjana) dan memiliki keahlian khusus.

Belakangan yang mulai banyak digunakan oleh kalangan pengguna dari kelompok ini adalah social pinboard, khususnya Pinterest. Jejaring sosial yang menekankan konsep berbagi informasi (gambar dan video) berdasarkan interest (ketertarikan dan minat) penggunanya. Jika Anda seorang perempuan modis dan gemar belanja pakaian, Anda tinggal membuka kategori halaman women’s fashion. Di situ Anda akan menemukan deretan foto-foto busana menyerupai kertas yang ditempel di pinboard. Melalui tempelan foto itulah Anda akan dipandu menuju asal gambar. Jika yang ditempel adalah foto produk merek tertentu dari sebuah toko online, maka Anda akan dibawa ke online shop yang bersangkutan.

Selain Anda akan menemukan berbagai jenis barang yang dipromosikan, Anda pun bisa mempublikasikan foto atau video sesuai interest Anda. Pinterest menyediakan 32 kategori interest dimana Anda bisa membuat sub-sub kategori pada setiap kategorinya. Dibanding Facebook dan Twitter, pengguna Pinterest lebih tersegmentasi. Untuk kepentingan bisnis dan pemasaran tentu lebih menguntungkan, karena lebih mudah mengenali target pasar yang hendak kita tuju berdasarkan kategorisasi interest yang tersedia.

Nah, sekarang silahkan Anda kaji dan amati lagi lebih jauh, media dan jejaring sosial apa saja yang cocok dengan bisnis Anda dan banyak digunakan target pasar usaha Anda. Jangan lupa, pelajari secara lebih detail fitur-fitur yang ada di setiap media sosial, sehingga Anda tahu benar kegunaan dan manfaatnya bagi pemasaran dan promosi produk usaha Anda.

Keterangan: Tulisan ini sebelumnya dimuat di majalah Ide BisnisEdisi 30, November 2012.



Comments are closed.