Belajar dari London Fashion Week (2)

Saya akan meneruskan catatan tentang situs London Fashion Week (LFW). Tulisan sebelumnya, Belajar dari London Fashion Week (1) berakhir di paparan halaman Schedules dan sub-menu didalamnya.

Kini kita akan memasuki halaman Catwalk Reports. Dari namanya kita bisa menduga apa kira-kira konten utama halaman ini. Ya, betul. Halaman ini berisi dokumentasi/reportase peragaan busana setiap musim (autumn/winter, spring/summer, dan autumn/winter) yang berlangsung di LFW. Dikemas dalam format image (foto) dan video.

Melalui halaman Catwalk Reports, selain Anda dapat membuka arsip peragaan busana LFW terbaru (17-22 Februari 2012), ditampilkan juga arsip LFW tahun sebelumnya (2008-2011). Untuk sampai pada arsip-arsip terdahulu tidak sulit, karena halaman ini memiliki navigasi yang baik. Anda bisa menelurusinya melalui scroll navigation di sebelah kiri-atas halaman, atau langsung memasuki halaman seluruh arsip dengan mengklik sub-menu Catwalk Reports Archive.

Secara garis besar halaman Catwalk Reports dibagi tiga area: secondary-menu area (menu untuk menelusuri arsip pergaaan busana setiap musim); main-page area (halaman utama yang menampilkan galeri video dan foto peragaan busana); dan left-module/left-sidebar (modul thubmnail galeri vodeo dan foto).

Membuka setiap konten halaman Catwalk Reports sangat menyenangkan. Sedikit banyak kita menjadi tahu sehebat apa sih fashion event sekelas LFW yang bergengsi itu. Jika Anda pernah menyaksikan Jakarta Fashion Week, Bali Fashion Week, atau Indonesia Fashion Week, coba Anda bandingkan ke-hebohan-nya. Sisi apa yang membedakan dan menjadi kesamaannya dengan fashion event yang berlangsung di dalam negeri.

Halaman lain yang juga menarik dari situs LFW adalah Designers. Halaman ini berisi informasi profil seluruh perancang busana yang tampil di LFW. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk sampai di halaman profil seorang perancang. Kita bisa menelusurinya berdasarkan kategori Catwalk Designers, kategori berdasarkan abjad A-Z nama perancang, dan daftar eksibitor. Di setiap halaman kategori, pencarian dapat lebih dispesifikasikan berdasarkan kategori jenis dan tipe busana.

Disamping halaman Designer adalah Exhibition. Menampilkan informasi seputar apa dan bagaimana pelaksanaan LFW, termasuk hal-hal yang menjadi daya tarik LFW. Konten informasinya banyak yang ditujukan untuk para perancang busana yang ingin tampil di LFW. Ada juga informasi tempat pelaksanaan lengkap dengan petanya, setting ruang peragaan busana, dan pameran kreasi busana dibawah inisiatif British Fashion Council (Estethica, Headonism dan New Gen).

Upaya mempublikasikan LFW sehingga gaung event berkelasnya kian terasa tercermin juga dari adanya kanal video (LFW TV) yang menampilkan berbagai peristiwa penting selama pelaksanaan LFW. Konten video yang ditampilkan beragam. Bukan hanya video peragaan busana. Meliputi juga liputan acara non-peragaan busana, dan wawancara, Ada delapan kanal/kategori video yang ditampilkan: Access All Areas, LFW Highligts, Catwalk Videos, BFA, Features, Live, Films dan Education. Anda penasaran, silahkan klik di sini untuk mulai menelusurinya.

Setiap event, apalagi event besar kemungkinan besar akan mengundang banyak orang datang dari luar kota bahkan luar negeri. Mereka yang datang belum tentu mengenal betul seluk-beluk kota tempat penyelenggarakan event. Menyadari hal itu, situs LFW dilengkapi dengan halaman yang menampilkan informasi utama yang dibutuhkan setiap pengunjung event. Terutama yang datang dari luar kota dan luar negeri. Seperti tempat menginap, tempat makan dan minum, belanja, dan lain-lain. Jika Anda berencana datang ke LFW, jangan lupa membuka halaman In London untuk memperoleh informasi penginapan dan tempat makan. Sehingga Anda tidak kebingungan akan menginap dan makan di mana sepanjang mengikuti LFW.

Tiga menu terakhir di situs LFW adalah BFC, Sponsor dan Press.

Halaman BFC menampilkan profil BFC (British Fashion Council) sebagai penyelenggara LFW. Melalui halaman ini kita akan diantar mengunjungi situs web resmi BFC.

BFC didirikan 1983, dibentuk oleh sebuah kelompok adhoc yang lahir pada 1981. Tujuannya adalah menampilkan para perancang busana Inggris dan memosisikan London sebagai salah satu barometer fashion dunia. Dari hasil kerja BFC-lah LFW lahir dan mendongkrak London menjadi sejajar dengan New York, Milan dan Paris. Menjadi salah satu dari ‘Big Four’ pusat fashion dunia.

Halaman Sponsor berisi daftar logo perusahaan-perusahaan yang mendukung pelaksanaan LFW. Tata letaknya dibuat hierarkis. Logo yang diletakkan paling atas adalah logo perusahaan yang paling besar memberi dukungan.

Terakhir, halaman Press menampilkan berbagai macam berita press release yang dikeluarkan BFC yang terkait dengan LFW. Di halaman ini kita bisa memperoleh arsip berita dan press release pelaksanaan LFW 2007 hingga yang terakhir 2012.

***

Dari sisi penyajian konten informasi situs LFW rapi/teratur dan informatif, sehingga kita nyaman menelusurinya. Tampilan halamannya bersahabat, enak dilihat. Senada dengan dunia fashion yang mengandalkan “look“.Meski konten peragaan busana yang ditampilkan LFW glamor, tapi situsnya sendiri tidak demikian. Tampak bersahaja dengan nuansa informatif yang kuat. Berbeda dengan situs yang memiliki misi eksibisi seperti Vogue misalnya, yang memang dirancang untuk tampil glamor.

Pelajaran apa yang bisa diambil dari situs LFW?

Ada tiga catatan utama yang bisa saya kemukakan. Pertama, situs LFW dibuat secara serius. Bukan hasil kerja asal-asalan, asal ada yang penting online dan bisa mejeng di ‘triple w‘. BFC berhasil membawa peristiwa LFW ke dalam format situs web.

Pekerjaan tersebut pada dasarnya tidak sulit selama web developer dan tim media yang kelak bekerja didalamnya sudah dilibatkan dari awal, sehingga mengerti betul substansi event yang akan ditanganinya. Dengan mengerti substansi, tim kerja situs web akan lebih mampu menampilkan event di web mendekati gambaran yang terjadi dalam peristiwa sesungguhnya. Pada titik ini web developer dan tim kerjanya dituntut tidak hanya memiliki keahlian teknis membangun sebuah situs web dan menampilkan informasi, melainkan wawasan tentang event dan pengelolaannya. Harus pula memiliki kemampuan menerjemahkan seluruh event ke dalam struktur informasi yang akan ditampilkan di situs secara tepat dan mudah diakses.

Kedua, situs LFW bisa begitu bagus karena ada political will dari BFC sebagai penyelenggara. Di samping tentu saja BFC sudah memahami betul fungsi media online. Pemahaman itu benar-benar harus dimiliki oleh setiap penyelenggara event. Jika tidak, aspek publikasi dan promosi melalui situs resmi event tidak akan pernah tergarap dengan baik. Akan selalu menjadi nomor dua. Padahal, sebuah situs event, seperti pernah diungkapkan seoarang kawan, adalah “muka” dari event yang bersangkutan. Bukankah di era internet seperti sekarang kecenderungan orang mencari informasi melalui internet?! Nah, sayang bila sebuah event yang pantas diperhitungkan tidak memiliki kualitas dalam menampilkan event-nya di kanal internet. Terlebih lagi jika event tersebut adalah fashion event.

Ketiga, setiap penyelenggara event yang memiliki situs web event dan ingin memfungsikannya secara maksimal mau tidak mau harus memiliki tim media yang mandiri. Merekalah yang sepenuhnya bertanggungjawab atas publikasi event di situs web. Untuk menggarap sebuah situs web event tidak bisa dipegang secara sambilan. Harus ada tim solid yang bekerja hanya untuk itu. Bersarkan pengalaman saya merancang dan menggarap situs web event 1st International ITB Choir Competition dan Festival Paduan Suara ITB 2010, tim media yang solid dan memahami event yang digarapnya adalah keniscayaan. Sama halnya dengan keharusan panitia penyelenggara event mamahami fungsi dan nilai guna media online.

***

Belajar dari London Fashion Week (1)

Kritik dan saran bisa disampaikan melalui form komentar di bawah, maupun via email ke sadikin@melsamedia.com



Comments are closed.