Belajar dari London Fashion Week (1)

London adalah satu dari empat kota barometer fashion dunia. Setara dengan Paris, New York dan Milan. Peristiwa eksibisi fashion dunia berlangsung di keempat kota tersebut.

Ketika saya mencari-cari informasi seputar perkembangan industri fashion dunia – waktu itu untuk pengembangan awal situs Time to Scarf dan merancang prototipe majalah fashion online – bertemulah dengan situs resmi London Fashion Week (LFW). Saya langsung tertarik, dan tanpa ragu memberi 5 bintang untuk tampilan, navigasi dan pengelolaan kontennya. Sayang, saya tidak berhasil menemukan situs resmi Paris Fashion Week, New York dan Milan untuk dijadikan perbandingan. Domain ketiganya ada, tapi saya tidak yakin itu situs resminya. Jadi, akan saya abaikan dulu hingga memperoleh informasi yang benar.

Saya akan mulai dengan pendapat sederhana soal tampilan situsnya. Setelah itu akan dibahas hal-hal substansial menyangkut konten dan berbagai fasilitas situsnya.

Seperti tadi saya katakan, pertama kali membuka situs LFW langsung terpikat dengan tampilan dan layout-nya. Proporsional dan bersih. Memiliki karakter kuat sebagai situs yang bertujuan menampilkan informasi sebuah kegiatan besar.

Layout bagian depan (frontpage) pada dasarnya standar (sudah umum), seperti yang bayak diterapkan media online/news.  Tampilan halaman depannya mengingatkan saya pada beberapa disain web berbasis WordPress. Saya sempat berpikir disain awalnya dibuat oleh Gabfire Themes. Tapi, ketika saya tinjau source code-nya tidak menemukan rule HTML WordPress. Jadi, bisa saja sebaliknya, Gabfire Themes yang mengadaptasi LFW untuk beberapa disainnya.

Dari sisi tampilan, secara umum bisa dikatakan simpel. Dalam arti tidak glamor seperti Vogue atau karakter khas situs fashion pada umumnya.

Ada empat warna yang diterapkan di situs LFW. Hitam (#000000), putih (#FFFFFF), abu (#EEEEEE, #545454, dan #666666), dan merah (#F32837). Warna halaman didominasi putih dengan backgroundimage abu (#EEEEEE).

Warna hitam (#000000) diterapkan untuk background navigasi (main menu) dan teks nama modul. Sedangkan warna abu (#545454) diguakan untuk footer. Warna huruf didominasi hitam (#00000) dan abu (#666666), kecuali judul tulisan yang masuk kategori baru diberi warna merah (#F32827).

Font-family (keluarga huruf) yang dipakai Arial, Helvetica, sans-serif. Keluarga huruf standar untuk situs-situs informatif yang mementingkan kenyamanan mata pembaca dalam menangkap teks-teks informasi (tidak membuat mata lelah).

Struktur situs halaman depan, secara vertikal dibagi enam area: top menu, header, main menu/main navigation, main page, bottom, dan footer.

Top menu diisi dengan navigasi untuk pendaftararan anggota situs, peta situs dan kontak. Di bawah top menu adalah header, dengan muatan logo di sebelah kiri, subscribe newsletter banner di tengah, dan modul pencarian di bagian kanan header.

Di bawah header ada main menu. Biasa juga disebut main navigation atau primary navigation.

Di bawah main menu adalah main page area. Ada sepuluh modul/kotak di area ini.  Terdiri dari frontpage slide (slide foto dan judul informasi yang di-highlight),  modul informasi terbaru, dua modul informasi aplikasi keikutsertaan di LFW, satu flash banner iklan, banner LFW, modul video, modul pencarian disainer, modul pembaruan status Twitter, dan modul infomasi catwalk (peragaan busana).

Di bawah main page adalah bottom area berisi banner sponsor. Area footer yang tarletak paling bawah diisi dengan icon rss, media sosial dan modul pencarian.

Sampai di sini mudah-mudahan Anda yang membaca tidak merasa pusing.

Nah, sekarang mari kita mencermati konten situsnya. Ada sepuluh menu utama di situs LFW. Home, Schedules, Catwalk Reports, Designers, Exhibition, LFW TV, In London, BFC (British Fashion Council), Sponsor dan Press.

Sebagai situs dengan misi utama menampilkan informasi pelaksanaan LFW, menu-menu tersebut sudah memberi panduan baik bagi siapapun yang ingin mengetahui pelaksanaan LFW. Dengan menelusuri setiap halamannya, saya atau Anda yang berada jauh di Indonesia bisa memiliki cukup informasi apa yang terjadi di sana.

Jika kita membuka halaman Schedules kita akan memeroleh informasi jadwal LFW per hari (waktu pelaksanaan, tempat, dan daftar peserta eksibisinya/eksibitor (disainer). Jika ingin mengetahui profil para eksibitor tinggal klik nama mereka di tabel daftar eksibitor.

Di halaman profil kita akan memeroleh informasi biografi singkat lengkap dengan foto disainernya, galeri koleksi rancangan yang diperagakan (dalam format image dan video), alamat perusahaan, situs, dan alamat show room. Beberapa disainer menyertakan juga dokumen lookbook yang bisa didownload gratis.

Kembali ke halaman Schedules. Kita akan menemukan empat sub-menu atau child-menu: Show Schedule, Digital Schedule, Events Schedule, Canon Cinema dan Aurasma.

Show Schedule, seperti sudah disinggung tadi berisi jadwal pagelaran busana LFW. Secara garis besar halaman ini dibagi dua area: main page, tempat menampilkan konten utama (jadwal acara); dan right module (modul di sisi kanan halaman situs), yang biasa disebut juga right-sidebar.

Right module difungsikan untuk menyimpan beberapa informasi pendukung konten utama. Antara lain keterangan alias untuk setiap acara yang digelar selama LFW. PN misalnya, alias untuk Presentation; SS alias untuk Salon Show; FF alias untuk BFC Fashion Forward; dan seterusnya. Konten lainnya adalah keterangan tempat kegiatan, source-link (linklink yang mengarahkan kita pada dokumen-dokumen pelaksanaan LWF). Dokumen yang bisa diunduh di halaman ini adalah jadwal, dokumen surat untuk wartawan, para buyers, dan daftar kontak.

Memasuki halaman Digital Schedule kita akan menemukan jenis informasi yang sama dengan Show Schedule. Bedanya, informasi utama yang ditampilkan bukan dalam format teks, tapi video live streaming. Kita disuguhi link-link yang akan mengantar mata kita ke halaman video saat para model dunia beraksi di atas catwalk. Semoga koneksi internet Anda cukup baik untuk membukanya, sehingga bisa menikmati salah satu keindahan yang ada di dunia ini.

Sedikit berbeda dengan layout halaman Show Schedules, halaman ini dibagi tiga area: left module/left sidebar, main-page, dan right module/right sidebar. Semuanya menampilkan informasi keterangan hal-hal yang berhubungan dengan penerapan teknologi digital di industri fashion dan kegiatan LFW. Di area left module kita akan menemukan keterangan singkat tentang live streaming, canon cinema, hingga tawaran untuk menampilkan fashion film di LFW.

Area main-page diisi dengan konten daftar video pagelaran busana yang bisa kita tonton secara streaming. Sedangkan bagian right module memuat banners sponsor, keterangan alias seperti yang ada di halaman Show Schedule, dan modul Twitter.

Halaman lain yang menjadi sub-bagian Schedules adalah Events Shedule. Halaman ini memuat arsip dokumen pelaksanaan LFW dari tahun 2007. Di halaman ini kita dapat mengunduh jadwal pelaksanaan LFW dan melakukan pencarian dokumen-dokumen pelaksanaan LFW sejak 2007 hingga LFW terbaru.

Disamping halaman Events Schedule, terdapat halaman bertajuk Canon Cinema yang memuat informasi film-film fashion yang diputar di LFW dan film-film pagelaran busana di LFW sendiri. Diberi nama Canon Cinema, karena Canon menjadi sponsor resmi untuk dokumentasi dan penyiaran film kegiatan LFW.

Halaman terakhir sub-menu Schedules bertajuk Aurasma. Aurasma adalah aplikasi teknologi digital untuk perangkat mobile, seperti smartphone. Aplikasi ini mampu mengenali gambar, simbol dan objek nyata tiga dimensi, dan menampilkannya secara real-time. Peran Aurasma di LFW adalah memfasilitasi penyiaran kegiatan LFW melalui perangkat mobile. Dengan teknologi tersebut para pengguna smartphone yang sudah memasang aplikasi Aurasma dapat memantau acara-acara yang digelar di LFW.

Bagi para pengguna iPhone, Anda dapat mengunduh aplikasi Aurasma gratis di sini. Sedangkan untuk pengguna Android bisa mendapatkannya di sini. Bagi pengguna Black Berry mungkin harus bersabar sejenak, karena Aurasma belum mendukung sistem operasinya Black Berry.

***

Belajar dari London Fashion Week (2)

Kritik dan saran bisa disampaikan melalui form komentar di bawah, maupun via email ke sadikin@melsamedia.com



Comments are closed.