Balada Si Roy dan Jaket Jeans

IMG_1005Bagi generasi pembaca majalah Hai yang melalui masa remajanya di pertengahan tahun 1980-1990-an tentu mengenal cerita serial Balada Si Roy (serial itu kini dibukukan). Saya adalah salah seorang pembacanya. Ada banyak alasan saya menyukainya. Selain karena Gol A Gong, sang penulisnya begitu kental mengusik masalah-masalah sosoal dan kehidupan keseharian kita, juga dia berhasil menampilkan sosok gaya remaja “badung” yang keren.

Si Roy, sang tokoh cerita kerap mengenakan tshirt, celana panjang jeans dan jaket jeans. Ini busana standar remaja kala itu. Tapi sang pencerita begitu kuat menampilkan gaya si tokoh. Sehingga begitu besar pengaruhnya, bagi saya setidaknya. Tshirt, celana panjang jeans dan jaket jeans menjadi “busana kebangsaan” saya sejak masa SMA hingga kuliah.

Pernah sekali waktu, seorang kakak kelas sempat menghampiri saya hanya untuk bertanya, “Kenapa sih kamu selalu pake jaket jeans, sampai aku mudah mengenali keberadaanmu?” IMG_1021

Malu sekaligus senang saat itu saya menanggapinya.

Saya baru menanggalkan jaket jeans pada semester enam. Itu pun karena bentuknya sudah tidak karuan, robek disana-sini dan banyak tisian. Meski begitu, sempat ditawar 25 ribu rupiah (3/4 harga jeans merek Levi’s) kala itu oleh salah seorang kawan yang tertarik dengan warna belel dan rombengnya yang alami (dimakan usia).

Saat ini saya masih menyimpan satu jaket jeans. Tapi tak banyak di pakai, karena iklim Jakarta tidak cukup bersahabat. Jaket itu baru nyaman dipakai jika saya sedang berada di Bandung.



Comments are closed.